Mengatasi WhatsApp Tidak Bisa Terkoneksi

Kamu pengguna WhatsApp Web yang terkadang mengalami masalah konektivitas atau sulit terkoneksi dengan layanan itu? Berikut hal-hal yang bisa kamu coba lakukan.

WhatsApp Web pada dasarnya merupakan “kepanjangan tangan” dari aplikasi WhatsApp. Maka untuk menggunakan WhatsApp Web, pada dasarnya kamu harus sudah memiliki akun WhatsApp yang aktif di perangkat smartphone.

Buat pengguna yang masih awam dengan WhatsApp Web, kamu tinggal menuju ke web.whatsapp.com di komputer dan kemudian mengikuti petunjuk yang diberikan untuk menghubungkan akun WhatsApp di ponselmu via (QR code) kode QR.

Sulit Terkoneksi di WhatsApp Web? Hal-hal Ini Bisa Dicoba

Nah, WhatsApp Web sendiri merupakan penunjang aplikasi WhatsApp di ponsel. Maka masalah konektivitas, baik di komputer maupun telepon seluler, merupakan dua alasan utama kamu mungkin jadi tak bisa mengirim atau menerima chat WhatsApp Web.

Berikut informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut, merujuk pada laman resmi pusat bantuan WhatsApp:

Masalah konektivitas telepon

Seperti sudah disebutkan di atas, WhatsApp pada dasarnya semata merupakan penunjang yang mesti terhubung ke ponsel untuk mensinkronisasikan pesan yang kamu terima.

Maka jika ponselmu tidak terhubung dengan WhatsApp, otomatis WhatsApp Web pun jadi tak bisa digunakan. Sehubungan dengan itu, langkah pertama yang bisa dicoba di ponselmu adalah:

Buka WhatsApp pada ponselmu dan cobalah untuk mengirim pesan. Jika ternyata ada masalah pada koneksi telepon selulermu, mengaktifkan flight mode untuk kemudian langsung menonaktifkannya lagi terkadang bisa saja membantu. Nah, jika kemudian pengiriman pesan WhatsApp sudah sukses dilakukan di ponsel, cobalah kembali buka WhatsApp Web di komputermu.

Bagaimana kalau ternyata masih saja tak bisa?

“Jika Anda masih mengalami kesulitan mengirim atau menerima pesan pada WhatsApp Web, kemungkinan ada masalah koneksi pada komputer Anda,” sebut WhatsApp.

Masalah konektivitas komputer

Penggunaan WhatsApp Web bukan cuma bergantung pada koneksi aplikasi WhatsApp di ponselmu. Koneksi internet yang stabil pun diperlukan pada perangkat komputer.

Bar kuning bertuliskan “Komputer Tidak Terhubung” atau “Computer not connected” akan muncul di antarmuka WhatsApp Web pada komputermu jika ada gangguan koneksi.

Sehubungan dengan itu, langkah pertama yang bisa dicoba adalah mengecek koneksi internet di komputermu. Setelah itu, cobalah untuk memuat ulang (refresh) halaman berisikan WhatsApp Web.

Jika masalah tetap terjadi, WhatsApp menyarankan untuk log out lebih dulu pada sesi WhatsApp Web tersebut. Caranya adalah mengakses bagian titik tiga lalu memilih keluar/log out. Setelah itu, cobalah untuk masuk (log in) lagi.

“Penting: Anda harus menggunakan versi terbaru browser Chrome, Firefox, Opera, Safari, atau Edge untuk dapat menggunakan WhatsApp Web. Browser lainnya, seperti Internet Explorer tidak didukung,” sebut WhatsApp.

Masalah pada koneksi Wi-Fi tertentu

Pusat bantuan WhatsApp juga menyatakan adanya kemungkinan akses WhatsApp Web memang diblokir atau dibatasi di jaringan Wi-Fi tertentu. Jika demikian, begini langkah yang disarankan WhatsApp dan bisa kamu coba.

“Jika WhatsApp Web memberitahu Anda bahwa Anda berada di jaringan yang menghalangi WhatsApp Web untuk bekerja dengan normal, mohon tanyakan pada admin jaringan tersebut untuk memberikan akses traffic ke web.whatsapp.com, *web.whatsapp,com, dan *.whatsapp.net.”

Cara Mengganti Background Google Search di Chrome

Pernah bosan dengan tampilan “polos” pada halaman awal pencarian Google di Chrome? Buat yang belum tahu, berikut tips cara mengubah tampilan tersebut.

Fokus pada pencarian, halaman awal Google di Chrome pun memiliki tampilan yang sekadar memperlihatkan kotak pencari dengan dasar putih. Bukan tak mungkin ada yang bosan dengan tampilan tersebut.

Google sendiri sebenarnya menyediakan cara untuk melakukan modifikasi tampilan berupa penerapan “Themes” atau “Tema”. Hal ini bisa dilakukan pada browser desktop Chrome.

  • Buka Chrome lalu navigasikan ke pojok kiri atas untuk mengakses “Chrome” lalu “Preferences”. Di Windows, ini bisa dilakukan dengan mengakses titik tiga di bagian atas.
  • Klik “Settings” di sisi kiri lalu pilih “Appearance”. Di situ kamu akan menemukan bagian “Themes”. Jika belum ada yang terpasang, kamu akan melihat opsi “Open Chrome Web Store”. Klik kotak di samping tulisannya.
  • Kamu akan dibawa ke chrome web store untuk melakukan pemilihan “Themes” dengan lebih terperinci. Ada banyak opsi di sini, termasuk mode-mode gelap, termasuk warna-warni yang kinclong.
  • Setelah itu kamu tinggal memilih mana “Themes” yang kamu suka lalu meng-klik “Add to Chrome” untuk menerapkan perubahan tampilan — di gambar latar belakang maupun pada tab. Tidak sreg? Akan muncul opsi “Undo” di sisi kiri atas halaman yang sama untuk membatalkan perubahan tersebut.
  • Selain itu, kamu juga bisa mengakses sisi kiri bawah halaman untuk melakukan kustomisasi serupa pada gambar latar belakang. Pilih “Chrome backgrounds” lalu kamu akan dibawa ke halaman berisikan koleksi gambar-gambar yang bisa jadi pilihan. Namun, perubahan di sini cuma terjadi pada gambar latar belakang, tidak menyeluruh ke bagian tab sebagaimana halnya perubahan pada “Themes” pada proses di atas.

Facebook Rilis Libra Mata Uang Kripto

Facebook selama ini dikenal sebagai perusahaan raksasa di bidang jejaring sosial. Setidaknya tiga aplikasi yang dimiliki Facebook mendominasi smartphone anak muda saat ini, yaitu Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Meski demikian, Facebook sepertinya belum puas dan mengumumkan rencananya untiuk merambah ke bisnis mata uang kripto atau cryptocurrency.

Perusahaan yang dikembangkan Mark Zuckerberg itu pun memperkenalkan Libra

Dengan Libra, maka penggunanya dapat membeli barang atau mengirim uang ke sesama pengguna tanpa pungutan biaya. Mata uang kripto ini juga bisa ditukar ke uang asli secara online atau melalui toko offline.

Facebook sudah menggandeng 28 perusahaan. Beberapa di antaranya merupakan perusahaan besar di bidang pembayaran, seperti PayPal, Visa dan Mastercard.

Media Sosial Gmail Android Kedatangan Mode Gelap

Google dan Apple berlomba-lomba untuk ‘menggelapkan’ tampilan OS maupun aplikasi untuk iOS dan Android. Kini giliran Gmail untuk Android yang kebagian mode gelap.

Tetapi jangan senang dulu karena mode gelap untuk Gmail Android ini sejatinya masih dalam proses pengerjaan, walaupun sebagian penggunanya mengaku sudah mendapat mode ini.

Mode gelap ini — bagi yang sudah kebagian — hanya muncul di menu Settings di aplikasi Gmail itu. Ya, tampilan gelap ini belum muncul di jendela utama maupun di sidebar. Tampilan ini pun kadang ada, kadang juga mati. Itu karena tak ada opsi untuk menyalakan atau pun mematikannya.

Harapannya adalah Google segera menyelesaikan mode gelap untuk Gmail ini, dan cepat merilisnya ke publik. Atau setidaknya mode gelap ini hadir saat Android Q meluncur pada Agustus nanti.

Jika tidak, hal ini sepertinya cukup ironis bagi pengguna Pixel yang sudah mempunyai mode gelap di pengaturan ponsel, namun aplikasi Gmail — yang notabene buatan Google — belum mendukung mode ini.

Pada Aplikasi Android Youtube Uji Coba Sembunyikan Kolom Komentar

Kolom komentar, yang terletak berada di bawah video YouTube, bisa menjadi tempat diskusi yang bermanfaat jika kalian penasaran dengan opini seseorang terhadap konten tersebut. Tapi di sisi lain kolom komentar ini juga menjadi tempat yang berisi ujaran kebencian dan komentar negatif lainnya.

Sepertinya YouTube menyadari fenomena ini. Layanan berbagi video milik Google tersebut sedang menguji coba layout baru yang menyembunyikan kolom komentar di aplikasi Android.

Layout baru ini pertama kali dilihat oleh XDA Developer dan saat ini uji coba baru dilakukan di India. Biasanya jika kalian membuka video di aplikasi YouTube, terlihat jejeran tombol di bawah video, diikuti dengan daftar yang berisi video rekomendasi dan paling bawah ada kolom komentar.

Tapi dengan layout baru ini, kolom komentar yang berada di bawah daftar video rekomendasi dihilangkan sepenuhnya. Untuk mengakses kolom komentar, kalian harus klik tombol ‘Comments’ yang berada di antara tombol ‘Dislike’ dan ‘Share’ yang berada di bawah video.

YouTube Uji Coba Sembunyikan Kolom Komentar di Aplikasi AndroidFoto: XDA Developer

Jika kalian scroll hingga ke bagian bawah daftar video rekomendasi, akan ada prompt yang jika diklik akan membawa kalian ke tombol komentar tersebut.

Untuk memberi ruang bagi tombol komentar, YouTube terpaksa menyembunyikan tombol ‘Save for Later’. Tapi fitur ini tetap bisa diakses dengan mengklik tanda panah ke bawah yang biasa digunakan untuk menampilkan deskripsi video.

YouTube tidak menjelaskan mengapa mereka menguji coba layout baru ini. Tapi dalam keterangan resminya, juru bicara Google mengatakan mereka sedang bereksperimen untuk membantu penggunanya lebih mudah berinteraksi dengan video favorit mereka.

“Kami sedang menguji coba beberapa opsi berbeda tentang bagaimana menampilkan komentar di halaman video.

“Ini adalah salah satu dari banyak eksperimen kecil yang kami jalankan sepanjang waktu di YouTube, dan kami akan mempertimbangkan untuk meluncurkan fitur ini secara lebih luas berdasarkan umpan balik pada eksperimen ini,” tambahnya.

Pemberontakan WhatsApp Pada Facebook

Perusahaan WhatsApp memang sudah cukup lama berada di bawah naungan Facebook. Namun sepertinya layanan messaging terbesar di dunia itu sukar dijinakkan. Dari pendirinya, sampai pegawainya.

Kedua pendiri WhatsApp, Brian Acton dan Jan Koum, sudah pergi dari perusahaan. Brian meninggalkan Facebook pada akhir 2017 dan semenjak itu kerap berkata miring soal Facebook.

Sesaat setelah pergi, ia menggaungkan ‘delete Facebook’ melalui Twitter. Kemudian Acton buka-bukaan bahwa ia kecewa Facebook ingin memasang iklan di WhatsApp dengan metode yang tak disetujuinya. Campur tangan Facebook mungkin sudah terlalu jauh.

Pada pertengahan tahun 2018, Jan Koum juga memutuskan mundur dari WhatsApp. Meskipun tak menyebut alasannya, banyak dugaan ia berpikiran sama dengan Acton.

Setelah ditinggalkan para pendiri itu, WhatsApp benar-benar ‘diurus’ oleh Facebook selaku induk perusahaan. Karyawan Whatsapp bekerja dengan ruang dan fasilitas yang sama dengan karyawan Facebook, namun kabarnya kerap terjadi gesekan antara keduanya.

Pertengahan tahun silam, sebagian pegawai WhatsApp dilaporkan terganggu dengan restoran dan toko yang mengelilingi kantor baru mereka di kantor pusat Facebook. Wall Street Journal pun melaporkan karyawan Facebook juga merasa terusik ketika karyawan WhatsApp meminta kamar mandi lebih bagus dengan pintu yang besar.

Karyawan WhatsApp disebut pula meminta agar meja di kantor lamanya dibawa, yang mana ukurannya lebih besar dari ukuran standar di Facebook. Budaya karyawan dari kedua perusahaan ini memang jelas berbeda.

Perbedaan tersebut tercermin ketika tim WhatsApp memasang poster di lorong gedung yang bertuliskan ‘Mohon kurangi kebisingan seminimal mungkin’. Karyawan Facebook lantas membalas dengan nyanyian berlirik “Welcome to WhatsApp – Shut up!”.

Kemudian awal tahun ini, karyawan WhatsApp protes terhadap rencana merger dengan Facebook dan Instagram yang dicetuskan Mark Zuckerberg. “Lusinan pegawai WhatsApp melawan Zuckerberg soal rencana integrasi dalam pesan internal dan dalam meeting yang dilakukan pada bulan Desember,” sebut New York Times.

Ketika membeli WhatsApp, Zuck pernah menjanjikan akan tetap jadi perusahaan independen. Tapi sumber terkait yang dikutip New York Times menyebutkan Zuck berubah pikiran sejak jumlah pemakai WhatsApp dan juga Instagram tak terbendung.

Dia meyakini mengintegrasikan kedua layanan dengan Facebook dalam jangka panjang akan lebih bermanfaat. Mungkin, perubahan janji Zuck itulah yang membuat banyak pihak di WhatsApp meradang.

Xiaomi Kuasai Pasar China

Sejak Xiaomi menjadi perusahaan publik pada 2018, mereka harus melakukan penyesuaian agar bisa memberikan keuntungan pada investornya. Dan kini, mereka menargetkan bisa menguasai pasar China dalam jangka waktu tiga tahun ke depan.

Hal ini ditunjukkan ketika CEO Xiaomi Lei Jun dan tim Xiaomi China mengadakan sebuah pertemuan tertutup, dan di dalam pertemuan tersebut Jun menyarankan sebuah slogan untuk tim tersebut yang berbunyi, “Xiaomi Iron Army, three years of victory!’.

Sebuah video yang menunjukkan ketika Jun berbicara di dalam pertemuan tersebut. Dalam video tersebut Jun mematok target bagi Xiaomi untuk bisa menguasai pasar China dalam tiga tahun ke depan.

Caranya adalah dengan menggenjot brand Xiaomi dan Redmi, serta produk-produk AI dan IoT — disebut oleh Xiaomi sebagai produk AIoT –. Jun pun menyebut adanya kesempatan baru di perangkat 5G untuk menarik hati dari kebanyakan konsumen di pasar China.

Pertemuan tertutup tersebut dilakukan tak lama setelah Xiaomi melakukan restrukturisasi di perusahaannya. Salah satunya adalah membuat komite bisnis online untuk China, yang dipimpin oleh Zhang Jianhui, yang merupakan VP Xiaomi di China.

Semua langkah ini dilakukan Xiaomi untuk berusaha memperbesar pangsa pasarnya di negeri asal mereka. Namun tentu Xiaomi punya rintangan yang cukup berat, yaitu menyalip Huawei yang saat ini mempunyai pangsa pasar terbesar di China.

Xiaomi sudah berulang kali menyesuaikan model bisnisnya sejak pertama membuka tokonya pada 2014. Dari yang awalnya hanya menjual secara online sampai kini sudah banyak mempunyai toko offline.